Postingan

Biografi Dahlan Iskan

Gambar
siang semua... alhamdulillah, ahirnya saya bisa posting lagi, tapi kali ini saya gga posting cerpen dulu... karena waktu yang belum memungkinkan. posting kali ini diambil dari tugas bahasa Indonesia yaitu membawa biografi lalu mempresentasikannya... dan presentasi itu, alhamdulillah tadi berjalan dengan lancar walaupun tidak semua yang saya bawa tersampaikan. maka dari itu saya ingin membaginya kepada teman-teman yang ingin menyimak lebih lengkap profil bapak menteri BUMN Dahlan Iskan yang saya kagumi ini. Biografi Dahlan Iskan Dahlan Iskan lahir di Magetan pada tanggal 17 Agustus 1951. Saat ini (2012) adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia Kabinet indonesia Bersatu dibawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak 19 Oktober 2011 lalu, Dahlan Iskan resmi menjabat, menggantikan Mustafa Abubakar. Seperti judul sebuah artikel terbitan Kompas.com, Dahlan Iskan, Anak Miskin yang jadi Menteri, Dahlan Iskan menghabiskan masa kecilnya di sebuah pedesaan. Pada saat i...

CERITA SERI -> Twinky ( Twin Pinky’s), Me and Wila : Bundaku, Mamahmu.

Kasih ibu... kepada beta... Tak terhingga... sepanjang masa... Hanya memberi... tak harap kembali... Bagai sang surya... menyinari dunia... Begitulah arti Bunda bagiku. Saat SD, lagu itu sering kuhadiahkan pada Bunda bila perayaan hari Ibu tiba dan Bunda sering menangis karenanya. Walaupun saat ini aku tak pernah menyanyikannya lagi, tapi arti Bunda bagiku tak pernah berubah. Ia tetap segalanya bagiku. Ia matahari kehidupanku. Menurutku Bunda adalah pribadi yang luar biasa. Tak pernah kudengar keluh kesahnya saat membesarkanku seorang diri. Ia berperan ganda, jadi tulang punggung keluarga dan Ibu rumah tangga. Melihat keikhlasannya sering membuatku lupa kalau aku pernah memiliki Ayah. Sosok  yang begitu asing, yang tak pernah kutemui dan telah meninggalkan tanggungjawabnya. “Gimana, Fa? Kamu udah nemuin hadiah yang cocok buat Bundamu?” tanya Wila menyadarkan lamunanku tentang Bunda. Aku hanya menggeleng. Sudah 3 jam aku berkeliling tempat perbelanjaan ini bersama W...

RESENSI BUKU : Tango - Go Hye Sun

Gambar
GORESAN TANGAN GEUM JANDI   Yun, seorang gadis realistis yang slalu menuntut kesempurnaan dan menganggap bahwa perpisahan bisa di hindari, harus menghadapi kenyataan pahit saat Kang Jong Won lelaki yang menjadi kekasihnya selama 2 tahun terahir memutuskan untuk berpisah lalu berhubungan dengan wanita lain dikarnakan Yun yang tidak pernah bisa mengerti akan   gerakan tarian tango dan pahitnya espresso yang di sinyalir mempunyai falsafah tersendiri bagi Jung Won Hingga ahirnya Yun   mencoba mengenal espresso dan tango setelah terpuruk berminggu-minggu. Dalam proses move on nya, Yun bertemu   dengan Min Young, seorang lelaki setengah baya atasannya yang menaruh hati padanya. Tapi lelaki yang ia temui di kereta bawah tanahlah yang bisa sedikit mengobati hatinya dan mengajarinya apa itu Tango dan   Espresso. Lelaki yang tampak sempurna di mata Yun itu ternyata juga laki-laki biasa yang pernah membuat sakit hati wanita, dan wanita itu ternyata sahabat ...

CERITA SERI -> Twinky ( Twin Pinky’s), Me and Wila : berawal dari merah jambu

Gambar
“Pinky...!” teriakku dan Wila bersamaan ketika kami melewati sebuah toko cinderamata. Sebuah tas berwarna merah jambu telah menarik perhatian kami hingga kamipun berlari menghampirinya.   Wila begitu menyukai merah jambu, begitu pula denganku. Karena merah jambu selalu menghiasi persahabatan kami dan merah jambu pulalah yang telah menyatukan kami. * Dulu, waktu aku kelas 1 SD, Di hari pertama aku masuk ke sekolah, bunda memberikanku peralatan-peralatan sekolah serba merah jambu. Mulai dari tas, sepatu, buku, hingga penghapus, semuanya berwarna merah jambu.   Saat itu Wila kecil yang duduk disampingku selalu memperhatikan dengan tatapan yang tak kuketahui maksudnya. Dari mulai hari pertama sampai hari ketiga aku selalu diperhatikannya, hingga aku mulai risih. Tapi aku belum mau mengadukannya pada bunda. Dihari keempat aku mulai malas sekolah,   bunda bertanya ada apa denganku aku hanya menggeleng. Bunda bingung tapi terus membujukku untuk pergi kesekol...